Sabtu, 10 Maret 2012

Syaikh Qaradhawi Perbarui Fatwanya Larang Umat Islam Kunjungi Yerusalem



Al-Qaradhawi telah memperbaharui sebuah fatwa sebelumnya yang melarang semua Muslim, kecuali warga Palestina, untuk mengunjungi wilayah pendudukan Yerusalem.

Dia mengatakan bahwa mengunjungi Yerusalem sementara masih di bawah pendudukan memberikan legitimasi terhadap pendudukan Israel, mencatat bahwa siapa saja yang ingin mengunjungi Yerusalem terpaksa harus berurusan dengan kedutaan besar Israel untuk mendapatkan visa.

"Kita harus merasa bahwa kita kehilangan Yerusalem dan kita harus berjuang untuk memenangkannya kembali", katanya, menambahkan bahwa Yerusalem hanya akan kembali melalui perlawanan dan Jihad.
Syaikh Qaradhawi mengingatkan pemukim Yahudi terhadap konsekuensi tindakan mereka menyerbu masjid suci Al-Aqsha, menggambarkannya sebagai "garis merah".

Pernyataan Syaikh Qaradhawi, yang dikeluarkan dalam menanggapi seruan kepala otoritas Palestina Mahmud Abbas agar umat Islam untuk mengunjungi Yerusalem, tersebut diamini oleh juru bicara Hamas di Gaza.
Fawzi Barhoum mengatakan dalam siaran persnya menegaskan bahwa mengunjungi Yerusalem di bawah pendudukan adalah pengakuan terhadap pendudukan dan semacam tindakan normalisasi. (kispa.org)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sampaikan komentar, saran, masukan, atau koreksi Antum di bawah ini. Dengan begitu, Antum telah memberikan kontribusi bagi perbaikan blog ini,semoga itu dicatat Allah sebagai amal shalih.

Jika Antum tidak memiliki blog atau website, antum bisa memilih Name/URL pada pilihan Beri komentar sebagai, isikan nama (boleh nama pena) dan URL-nya bisa diisi alamat email, FB, atau dibiarkan kosong. Jazaakumullah khairan katsiiran.